Sunday, July 3, 2011

Doanya di Hari Itu

Hari ini, saya gereja di Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria setelah hampir sebulan ga gereja di paroki ini.... Mungkin kalau ga diajak buat gereja bareng, pasti tetap gereja di stasi Santo Fransiskus Dayeuh Kolot..

Biasanya, saya jarang mendengar khotbah dari awal hingga akhir. Namun, ntah kenapa tadi itu dengar dengan penuh perhatian setiap untaian kata yang keluar dari Romo. Yang paling mengesankan adalah sebuah surat yang diberikan seorang bapak kepada Romo tersebut yang isinya seperti ini 

Tuhan, beri aku kekuatan. Namun, Tuhan memberikanku rintangan. Sebab, Tuhan tahu bahwa itu akan membuat aku menjadi kuat.

Tuhan, beri aku
kebijaksanaan. Namun, Tuhan tidak memberiku kebijaksanaan. Dia  memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya, dan aku akan mampu menghadapi masalah yang lebih besar lagi.


Tuhan, beri aku kekayaan. Tapi, Tuhan memberiku niat dan kemampuan. Sebab, dengan niat dan kemampuan aku dapat bekerja untuk mengumpulkan uang untuk masa depanku.

Tuhan, beri aku 
keberanian. Namun, Tuhan malah memberikanku marabahaya agar
aku mampu menghadapinya.



Tuhan, beri aku mukjizat. Namun, Tuhan memberikanku kesempatan untuk sedikit melayani, sebab dengan melayani aku dapat mewartak kabar gembira.

Tuhan, beri aku cinta. Namun, Tuhan tidak memberiku cinta. Dia  memberikanku luka hati agar aku mampu memaafkan dan mengamuni, hingga akhirnya aku semakin mencintai sesamaku.



Dan, sebuah kalimat di akhir perutusan dari Romo :


Bila kata yang keluar dari mulut ini, dan tamparan dari tangan ini melukai hati seseorang maka itu bukanlah Tuhan Allah. Namun, iblis sedang bekerja... 


Semoga dapat memaknai khotbah pada Minggu ini....
:)



No comments:

Post a Comment