Wednesday, December 3, 2014

Call My Mom

Ini Desember, di penghujung tahun 2014.
Seharusnya bulan ini penuh sukacita karena ini bulan penuh sukacita menyambut Kelahiran Yesus Kristus.
Tapi, hati ini rasanya gersang dan sepertinya akan tandus.
Mungkin aku krisis kepercayaan pada orang di sekitar.
Atau aku terlalu lelah dengan adu pendapat bersama panitia Natal.
Entahlah...
Aku hanya ingin berjumpa dengan Mama dan bercerita tentang kejadian setiap hari, tapi itu tidak bisa.
Hanya melalui telepon saja.
Aku ga bisa melihat mimik mukanya secara langsung ketika mendengar setiap keluhanku, tapi aku yakin
dia tidak suka dengan aku yang terlalu mengeluhkan bukan bersyukur.
Mama, selalu datang dengan penuh kesederhanaannya, memecah masalah yang aku anggap pelik menjadi
hal yang begitu biasa saja sebenarnya.
Mama, selalu dapat menenangkan hati yang sibuk dengan pikiran yang negatif.
Mama, selalu ada... dan akan selalu ada...